Tampilkan postingan dengan label Religius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religius. Tampilkan semua postingan

April Mop... Masih Mau Ikut2an???

Waaahh.. postingan kali ini bakal banyak flash backnya yaa.. hehhe. Maish sangat ingat, duluu banget pas waktu masih d bangku SMA itu kali pertama aku tahu sama yg namanya april mop, lebih tepatnya tahu dan latah ikut ikut an. Sempat dikerjai atau sempat ngerjai? dua duanya pernah. 

Naaah... berhubung ternyta menurut aku (yg katanya) april mop itu dulu seru yaa.. pas pulang sekolah aku nyoba ngajak almarhum mas ku -pas waktu itu kayaknya belajar soalnya lagi minggu tenangnya dia sebelum ujian- buat nipu masku yg ke dua. Wiiiihhh apa jawaban masku coba, entah gra2 dia suntuk belajar atau apa yaaak... jawabannya cuma  "EMOH!", udah gitu aja tanpa basa basi. Trus aku nya langsung keceplosan ngomong "ah mas Dhoni g seru ah, g keren, g gaul, maless". Trus dg lembut tp tegas mas Dhoni jawab "seru2 an kalo bwt hal g penting bwt apa? keren2 an kalo bwt nambah dosa apa gunanya, gaul2an kalo gaulnya di catatan Malaikat Atid gimana?. Aq yang g begitu trima dg jawabannya masku jawab lagi sambil cari alasan "nambah dosa?, kok bisa?". Katanya karena dia sudah ngerti sejarahnya april mop. Pengen tahu dong aku gimana sejarahnya kok sampe Mas Dhoni say no buat ikut2 an. Tak suruh dia nyeritain sejarahnya... e... malah aq disuruh baca sendiri di warnet (maklum... jaman dulu masih belom ada paketan internet, belom jaman tercecernya wifi.. hahaha).

Wanita Shalehah : Tiket (ku) Menuju Surga Nya

Saya adalah wanita,,, yaaa saya adalah seorang wanita. Selama proses kehidupan yang terus berjalan ini, seorang wanita melewati tiga tahapan dalam hidupnya, bukan hanya sya, tetapi semua wanita di dunia. Dimulai dari proses kelahiran seorang yang bernama Ibu, dengan izin Allah azza wajalla kita terlahir di dunia ini dengan status sebagai ANAK. Anak, itulah tahapan awal kehidupan seorang wanita. Sebagai seorang anak sudah sepantasnyalah kita berbakti, mengabdikan diri kita untuk orang tua. Jalan yang haq dalam menggapai ridhlo Allah melalui orang tua adalah birul walidain. Jadilah seorang anak yang sholehah, yang membuat ridlo Allah dan kedua orang tuamu.

Dalam surat Al-Isra' ayat 23-24, ALLAH berfirman: "Dan Robb-mu telah memerintahkan kepada manusia, janganlah ia beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut di sisimu, maka janganlah katakan kepada keduanya 'ah' dan janganlah kamu membentak kedua-nya. Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasing sayang. Dan katakanlah, 'Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil'

Hijab : Karena Cantik itu Mahal, dan Selayaknya Disembunyikan

Berhijab sudah menjadi komitmen ku sejak aku SMP kelas 2. Sebenarnya proses untuk memutuskan berhijab ini sudah dimulai sejak aku TK. Sejak TK aku sudah dimasukkan ortuku ke TPA, waktu itu nama TPA nya Muhammadiyah 8. Berhubung sekolah TPA nya hanya sore saja, jadi aku menggunakan hijabku hanya dikala sore hari datang saja. Meskipun Ibuku tidak berhijab, tetapi beliau sangat menginginkan anaknya menggunakan hijab. Sering sekali Ibuku memameriku dengan mengatakan “Subhanallah… lihatlah mbak yang pake hijab itu.. cantik ya dek???” atau “wahhh… hijab sekarang bagus2 ya dek??? Adek g pengen pake hijab???”. Dan waktu itu aku masih bimbang antara ya dan tidak. Sekolah di TPA ini bertahan sampai aku kelas 5 SD, karena di kelas 6 SD aku harus focus untuk ujian nasional ku agar aku dapat masuk di SMP favorit. Jadi tepatnya saat kenaikan kelas 6 SD, aku sudah wisuda dari TPA ku. Dan itu pula masa akhir ku untuk berhijab waktu itu.
Masuk di SMP aku masih ingin bergaya seperti anak2 SMP yang ada di sinetron2 di televisi. Berangkat sekolah dengan rambut dikuncir, diikat model ini, model itu, dan alhasil aku masih memutuskan untuk tidak berhijab.
Kemudian waktu berlalu hingga aku duduk di kelas 2 SMP. Waktu itu aku masih ingat sekali hari itu tepat hari kamis dan ada acara di sekolah, jadi karena guru2 rapat maka siswa2 nya dipulangkan lebih awal. Nah sesampainya dirumah aku melihat Bapak ku yang sedang menonton berita seriuuuuuusss banget, aku jadi penasaran ingin nimbrung dan ikutlah aku menonton berita itu. Ternyata eh ternyata berita yang aku lihat ini adalah tentang pemerkosaan terhadap anak SMP, dan dalam berita itu juga dipaparkan alasan mengapa tersangka tega memerkosa gadis yang masih SMP tersebut. “Astaghfirullah…” seketika aku menangis dan lari ke pengkuan Ibuku.

Eid Mubarak 1433 H,, Ramainya Lebaran Q ^.^

Allahu Akbar ,, Allahu Akbar,, Allahu Akbar Laaillahailallah huAllahu Akbar Allah hu Akbar Walillah Ilham…..
Setelah sang surya terbenam di ufuk barat, bulan Ramadhanpun telah usai menyapa dan menemani kita di 1433 H ini, dan di saat sang fajar memunculkan wujudnya d ufuk timur tibalah hari kemengan di hadapan kita. Iedul Fitri,,,, seluruh masjid d seantero duniapun menyuarakan Allahu Akbar ,, Allahu Akbar,, Allahu Akbar Laaillahailallah huAllahu Akbar Allah hu Akbar Walillah Ilham….. Ied Mubarak 1433 H….. Taqabballahu Minna Waminkum, wahai saudara2ku.
Subhanallah… tidak terasa ternya sudah sebulan lamanya berpuasa, dan kini benar2 tidak terasa sudah di 1 syawal 1433. Semoga amalan2 kita selama bulan Ramadhan akan tetap terjaga walaupun bulan yang penuh maghfirah ini sudah berlalu… amiin……….
Hoy hoy…lebaran,, lebaran,,, Alhamdulillah masih bsa berkumpul bersama keluarga untuk meryakan idul fitri bersama2. Semoga Allah masih memberikan banyak waktu dan kesempatan lagi untuk dapat merasakan indahnya kebersamaan ini di lebaran lebaran berikutnya, amiin…. ( banyak ya doa n maunya… hehehe,, makasih bwt doanya  ). Seperti biasa di Idul fitri selalu banyak momen2 indah dan berharga. Bertemu sanak saudara (meskipun ngga semua saudara dr jauh dtang…  ), berkunjung ke rumah2 tetangga (istilah jawany “sejarah”), dan yang paling menyenagkan adalah bagi2 angpao (hehehehehe….) adalah serangkaian acara yang wajib dilakoni (baca:fardhu ain,, hehehhe).
Dimulai dari pagi hari bersama2 berangkat ke masjid Al-Kautsar untuk menjalankan sholat ied berjamaah. Kali ini karena hari raya di Indonesia ini dilakukan serentak alias bersamaan, jadi dating jam 5.45 pun shof shof depan sudah dipenuhi jamaah (SubhanAllah… smga tiap tahunnya seperti ini, selalu serrentak… kan kelihatan rukun…  ). Alhasil y… aku, Ibu dan mbah putrid dapet tmpat d shof belakang (pelajaran bwt idul fitri thun dpan brangkatnya lbih pagi lagi).
Setelah shalat ied selesai,,, wussshhhh langsung pulang ke rumah dan melanjutkan agenda berikutnya. Apalagi hayo?????? Hoy hoy….. maaf maafan sama Bapak Ibuk lah y… Bapak, ngaturaken sedaya kelepatan kula…. Ibuk ngaturaken sedaya kelepatan kula… (Cipika.. cipiki dulu…). Masih sama seperti 3 kali idulfitri sebelumnya, tangisan masih tumpah ruah di rumahku ini. Kenangan berlebaran bersama Mas Dhoni masih lalu lalang di memori kami. Yang jelasss mas Dhoni akan selalu ada di hati, pikiran, dan raga kami semua.
Idul Fitri Terakhir bersama Mas Dhoni