Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan

Susahnya Bikin Pas Foto PAUD

Tidak terasa kepompon ku sayang sudah mulai beranjak kanak-kanak. Memasuki usia 2,3 tahun si Awa ini sudah ngerengek minta sekolah. Sebenarnya gak apa apa sih sekolah di usa segitu, cuman nanti takutnya pas waktu usia nya bener-bener mengharuskan dia sekolah malah bosen gimana???. Tapi tetp saja, berhubung terus-terusan ngerengek, ya sudahlah monggo di antar sekolah. 

Sekolah sudah berjalan 1 bulanan lah kira-kira, selama itu pula dia jadi anak rajin banget. Tiap habis bangun pagi, minta mandi, trus pake seragam sendiri. Nah... dan pada akhirnya pada 1 bulan berikutnya setelah bangun pagi nie di tanya sama mama nya "Awa ayo mandi, trus sekolah", dan tau apa jawaban si Awa??? "sekolahannya libur Ma...". Lah padahal kan hari itu bukan hari libur nasional atw hari sabtu minggu. Tapi balik lagi, karena memang dasarnya masih sangat kecil ya biar sesukanya saja. Keesokan hari nya di tanya lagi, dan alasannya ada lagi yang katanya "sekolahnya di tutup sama Pak Guru Ma..", "sekolahnya ada mak ijah (panggilan syang Awa sma hantu,, hahahaha) nya Ma", sampe alasan "sakit perut Ma". Waaahhh... pokoknya ngeles nya si Awa ini buaaaanyyyyaaakkk pooolll.

The Legend Water Park Kertosono (Liburan Part 2)

Sande is holide, makanya nie tempat jadi rame. Itulah satu kalimat yang jadi updatean status FB ku beberapa hari yang lalu. Tepat hari Sabtu aku, awa, Mas Dhian n Mbak Ajeng kita berempar kompak pergi jalan-jalan bareng ke The Legend Water Park Kertosono. Sebenarnya jalan-jalan ini adalah acara yang diadakan PAUD tempat awa sekolah. Berhubung tiap siswa harus ada guard-nya, jadi kita bertiga berangkat deeehhh. Hahhaha... banyak bener guard-nya si Awa, Mama, papa, n komo, padahal nie temennya awa yg laen cuman ada 1 atw 2 aja guard-nya. Yaaa gimana yaaa... mumpung ubur dan mumpung murah loo kalo ada event-event begini.

Berangkat ke lokasi kita semua se PAUD naek kereta kelinci looo.... waaaaa. Dan asli karena berangkatnya kepagian nie, kita disana masih disambut dengan tulisan "CLOSE". Ya sudah kita tunggu dulu sambil jeprat jepret deeeh (teteppp ngeksis dulu doonggg sambil promosiin si Water park ini.


Komo - Awa (We Have the Same Taste)


Bingung y apa sih komo - awa itu???. Komo itu berasal dari bahasa Korea yang berarti tante. Sedangkan Awa itu panggilan sayang buat keponakan tercinta si Najwa. Kenapa harus komo??? kenapa g bulek, tante atw aunty??. Iya... masalahnya gini,, keinginan saya untuk cepat disapa sama kepompon saya ini sangat besar. Kalo saya suruh keponakan saya manggil tante atau bulek itu susah juga buat bayi yang masih baru bisa ngomong. Akhirnya dicari-cari panggilan apa ya yang kira-kira gampang sebutannya. Kebetulan juga saya ini salah satu korean lovers. Dari movie, lagu, rariety show, hingga kamus tentang korea insyAallah saya punya. Akhirnya saya buka deh kamus korea. Coba saya cari kata tante dalam bahasa korea. Ternyata di situ ada 2 kata yang menunjukkan terjemahan dari kata tante. Yang pertama ahjumma, kalo ahjuma itu memang artinya tante tapi ini khusus panggilan untuk nyapa tetangga atau orang yang baru dikenal. Kedua itu "komo" yang artinya bibi. Wah... ini dia yang dicari "komo". pasti anak bayi mudah nyebutkan komo atau paling tidak dia bisa bilang omo lah y.... dan akhirnya setelah d ajarkan berulang-ulang bisa deh si awa nyapa komo nya. Kalo d tanya "Awa.. tadi maen sama siapa?". Jawabannya lucu... "komo". Coba deh saya tes lagi. "Komo siapa Awa??". Tau jawabannya apa???? "komodho,,, e..... komo dhona". hahahahahaha pinter sekali ngeles anak kecil ini....

Wiiiii panjang ya penjelasan judulnya, ada curhatannya pulaa... hahahahaha. We have the same taste!!! masak sihhh... iaaa..., selain selera yang sama wajahnya yang imut dan cantik si Awa itu ternyata hampir mirip saya juga... hahahahahaha (pd akudddd). 

Kebetulan saat itu Bapak lagi buka-buka album foto jaman masa kecil saya dan dibandingkan deh sama Si Awa. Ehhh... ternyata banyak juga yang di warisi dari komonya ini. Apa aja??? 

Setangkup rinduku untuk kakak tersayang

-->
 Jumat 18 Juni 4 tahun yang lalu, aku melihatimu
Dengan al quran yang kau genggam dan iringin ayat suci alquran
Ruh mu mulai menghilang dari ragamu
Allah memanggilmu dengan begitu pelan dan tenang
Terlihat seuntai senyum di bibirmu kala itu, sepertinya engkau ingin memberitahu kami jika engkau lebih bahagia dengan kehidupan barumu
Raut muka yang begitu tenang, senyum di bibir yang begitu menawan, wajah yang terlihat lebih dan lebih tampan
Ya,,… itulah yang aku lihat saat itu.
Saat matamu tertutup, saat ragamu tak bernyawa, dan saat mulutmu tak sanggup berucap
Bukan kesakitan, bukan ketakukan, bukan kegundahan, dan bukan pula kesedihan
Hanya senyum kebahgaiaan yang tersungging di wajahmu
Dengarkah engkau kakakku??? Saat aku mencium pipimu dan membisikkan kalimat itu???
“Engkau kini pergi mendahului kami dengan sangat bahagia, diantarkan ratusan linangan air mata karena kehilanganmu, itulah bukti begitu banyaknya orang yang menyayangimu, tapi memang kali ini cinta dan kasih sayang Allah jaaauuuh lebih besar kepadamu. Penuhilah panggilan Allah dengan kebahagiaanmu kakakku, kami akan selalu mendoakanmu. Tunggulah kami ini yang nanti juga akan memenuhi panggilan-Nya.”
Kini 4 tahun sudah berlalu,,
4 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk bisa melupakan indahnya senyummu
1464 hari bukanlah waktu yang mudah untuk melupakan semua canda tawamu
35136 jam bukanlah waktu yang terbiasa untuk aku berjalan tanpa mu
Bahkan hingga nanti… jutaan menit, milyaran detik, sepertinya aku tak akan sanggup terlepas dari bayangmu
Dan tahukah engkau kakak???
Hari ini, jam ini, detik ini, aku tidak bisa menahan rasa ingin memelukmu
Air mataku luruh sederas-derasnya mengenamu
Aku ingin bertemu denganmu
Aku ingin menceritakan semua keksulitanku, kebahagianku kepadamu
Aku ingin berbagi denganmu
Bisakah kau selalu hadir dalam mimpiku saat aku ingin bertemu denganmu???
Membawa setangkup rinduku dalam tidur panjangmu
Mungkin kini hanya lewat mimpi lah aku bisa menggapaimu
Tenang dan berbahagialah kakak
rencana Allah begitu indah untukmu
semoga kelak, kita dapat bertemu dan bersama-sama kembali di rumah Allah

 














 4 tahunku tanpa sosok malaikat tanpa sayap bernama KAKAK
4 tahunku tanpa KAKAK dengan quote andalannya "bukan besok tpi hari ini, bukan nanti tapi sekarang ini"
Special for you " Moch. Dhoni Faizal Huda "

Semoga Allah selalu mencintaimu, memberikan tempat terindah untukmu
 " ALLAHUMMAGHFIR LAHU WARHAMHU WA 'AAFIHI WA'FU 'ANHU WA AKRIM NUZULAHU WA WASSI' MUDKHOLAHU WAGHSILHU BILMAA`I WATS TSALJI WAL BARODI WA NAQQIHI MINAL KHOTHOOYAA KAMAA NAQQAITATS TSAUBAL ABYADLA MINAD DANASI WA ABDILHU DAARON KHOIRON MIN DAARIHI WA AHLAN KHOIRON MIN AHLIHI WA ZAUJAN KHOIRON MIN ZAUJIHI WA ADKHILHUL JANNATA WA A'IDZHU MIN 'ADZAABIL QOBRI AU MIN 'ADZAABIN NAAR " 

Aamiin Allahumma Aamiin






We are Floris

Dalam kehidupan manusia memang kata uang tidak pernah luput untuk diperbincangkan. Banyak cara dipakai untuk bisa mendapatkan materi yang bernama “uang”, bahkan tak sedikitpun orang yang rela mengerjakan sesuatu yang tak berkenan untuk uang. Sempat heran juga saat melihat banyaknya berita di televisi yang menyangkan pemberitaan mengenai kejahatan berkedok penculikan, perampokan, penganiayaan, pembunuhan, korupsi dan semua itu bersumber dari satu kata “uang” (Astaghfirullah…). Sungguh mengenaskan sekali moral manusia saat ini. Mungkin mereka hanya berpikiran kehidupan itu hanya ada di dunia. Tanpa ada kehidupan akherat yang nyata-nyata semua perbuatan kita di dunia ini nantinya akan dipertanggungjawabkan disana. Padahal kalau kita mengingat itu semua, uang itu lebih mudah dicari melalui sesuatu yang sifatnya halalan toyyiban. Kita tidak perlu mencuri hak yang memang bukan hak kita. Allah telah mengatur rejeki masing-masing umatnya, dan Allah tidak mungkin salah untuk hal itu. Allah tahu apa yang terbaik buat kita kok.
Hemmmmm,….. itu tadi sedikit gambaran bagaimana orang-orang dengan karakternya masing-masing mencari rejeki. Nahhh… mungkin ini ada satu ide buat para mahasiswa “tua” sperti saya, yang sudah mulai malu untuk selalu menyodorkan tangan dan minta uang sama ortu. Bergabung dengan teman-teman senasib sepertanggungan (hahahaha), kami menamakan diri Floris mencoba mencari peruntungan dalam hal rejeki dengan menjual bunga di universitas2 yang sedang menyelenggarakan Wisuda. Ngga perlu malu dooonggggg… untuk bisa mendapatkan uang secara HALAL. Meskipun kami ngga berdasi, berteriak2 dan berjalan2 d sepanjang trotoar guna menawarkan bunga, tapi kerja keras untuk sesuatu yang HALAL itu sungguh luar biasa menyenangkan daripada duduk manis di kantor yang full AC menandatangi berkas2 yang ngga tau itu fiktif atau nonfiktif, dan ujung-ujungnya mengambil “hak” yang BUKAN “hak” nya (Astaghfirullah…).

Piton-Piton Dedek Najwa

7 Bulanan kalau orang Jawa biasa menyebutny dengan istilah "piton piton" ini merupakan salah satu rangkaian acara untuk anak bayi. Nah.... tepatnya tanggal 12 Februari 2012 (wehehehe angka bagus y.... 12022012) kepomponku sayang menjalani tradisi piton-piton ini. Pengen tahu apa aja tu... rangkaian acaranya????? yuxxxx monggo d simak... ^.^
Hoy hoy... masuk d awal rangkaian acaranya, biasanya kalau anak kecil habis bobok pagi kan mandi dlu y... nah,, ini ya gitu, si dedek Najwa d mandiin dlu. Cuman bedanya kalau tiap hari mandiny cuma pake air hangat, khusus dan spesial bwt hri ini dedek Najwa mandinya kyak pengantin. Mandi dengan air yang dipenuhi dengan bunga2 wangi. Plus semua perlengkapan mandi sprti sabun, shampoo, cologne, bedak, handuk, sma baju gantinya bwt acaranya sudah tersedia d sebuah keranjang cantik yg telah di hias (weeeeeeeeeee.... senengnyaaaa ni si Dedekkkkkk).
dan....... tarraaaaaaaaaaa....

Eid Mubarak 1433 H,, Ramainya Lebaran Q ^.^

Allahu Akbar ,, Allahu Akbar,, Allahu Akbar Laaillahailallah huAllahu Akbar Allah hu Akbar Walillah Ilham…..
Setelah sang surya terbenam di ufuk barat, bulan Ramadhanpun telah usai menyapa dan menemani kita di 1433 H ini, dan di saat sang fajar memunculkan wujudnya d ufuk timur tibalah hari kemengan di hadapan kita. Iedul Fitri,,,, seluruh masjid d seantero duniapun menyuarakan Allahu Akbar ,, Allahu Akbar,, Allahu Akbar Laaillahailallah huAllahu Akbar Allah hu Akbar Walillah Ilham….. Ied Mubarak 1433 H….. Taqabballahu Minna Waminkum, wahai saudara2ku.
Subhanallah… tidak terasa ternya sudah sebulan lamanya berpuasa, dan kini benar2 tidak terasa sudah di 1 syawal 1433. Semoga amalan2 kita selama bulan Ramadhan akan tetap terjaga walaupun bulan yang penuh maghfirah ini sudah berlalu… amiin……….
Hoy hoy…lebaran,, lebaran,,, Alhamdulillah masih bsa berkumpul bersama keluarga untuk meryakan idul fitri bersama2. Semoga Allah masih memberikan banyak waktu dan kesempatan lagi untuk dapat merasakan indahnya kebersamaan ini di lebaran lebaran berikutnya, amiin…. ( banyak ya doa n maunya… hehehe,, makasih bwt doanya  ). Seperti biasa di Idul fitri selalu banyak momen2 indah dan berharga. Bertemu sanak saudara (meskipun ngga semua saudara dr jauh dtang…  ), berkunjung ke rumah2 tetangga (istilah jawany “sejarah”), dan yang paling menyenagkan adalah bagi2 angpao (hehehehehe….) adalah serangkaian acara yang wajib dilakoni (baca:fardhu ain,, hehehhe).
Dimulai dari pagi hari bersama2 berangkat ke masjid Al-Kautsar untuk menjalankan sholat ied berjamaah. Kali ini karena hari raya di Indonesia ini dilakukan serentak alias bersamaan, jadi dating jam 5.45 pun shof shof depan sudah dipenuhi jamaah (SubhanAllah… smga tiap tahunnya seperti ini, selalu serrentak… kan kelihatan rukun…  ). Alhasil y… aku, Ibu dan mbah putrid dapet tmpat d shof belakang (pelajaran bwt idul fitri thun dpan brangkatnya lbih pagi lagi).
Setelah shalat ied selesai,,, wussshhhh langsung pulang ke rumah dan melanjutkan agenda berikutnya. Apalagi hayo?????? Hoy hoy….. maaf maafan sama Bapak Ibuk lah y… Bapak, ngaturaken sedaya kelepatan kula…. Ibuk ngaturaken sedaya kelepatan kula… (Cipika.. cipiki dulu…). Masih sama seperti 3 kali idulfitri sebelumnya, tangisan masih tumpah ruah di rumahku ini. Kenangan berlebaran bersama Mas Dhoni masih lalu lalang di memori kami. Yang jelasss mas Dhoni akan selalu ada di hati, pikiran, dan raga kami semua.
Idul Fitri Terakhir bersama Mas Dhoni

Tuhan, Jagakan Dia,,,

    Alhamdulillah,,, di usiaku yang semakin bertambah angkanya, Allah masih mengijinkan aku bertemu dengan bulan yang begitu indah. Bulan di mana seluruh umat muslim di dunia berbondong-bondong, berlomba-lomba untuk menyempurnakan aktivitasnya hanya untuk mendapat ridhlo dari sang Khalik Allah SWT.     Bulan Ramadhan memang akan sangat begitu indah jika dilakukan bersma-sama diantara keluarga tercinta. Ucapan "Alhamdulillah" tak bosannya aku ucapkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan ijin-Nya lah awal puasa ini aku dapat melaksanakannya bersama-sama dengan keluarga besarku. Seperti biasa sejak 3 tahun yang lalu, setelah kami kehilangan sosok kakak, anak, dan cucu tercinta, sehari sebelum puasa ramadhan berlangsung, aku bersama keluarga mengunjungi peristirahatan "sarean" kakaku tercinta. Jujur, langkahku begitu berat menuju peristirahatannya, dadaku terasa sesak dan ingin menangis, perasaan kangen ingin bertemu begitu mendalam, Astaghfirullah..... Ya Rabb....,, kenangan berpuasa Ramdhan bersama 4 tahun yang lalu, hari ini muncul kembali. Aku mendengar mas Dhoni memanggil-manggil namaku sambil membawa sebungkus roti untukku berbuka. Kami memasak dan membuat roti bakar bersama, ketika itu bukan hanya bercanda, tapi juga terkadang kami bertengkar. Tapi justru semua itu yang membuat aku kangen dengan kakakku ini.      Sambil berjalan didiringi kenangan-kenangannya, tak terasa kami telah sampai di tempat mas Dhoni. Sesampainya di "sarean", aku duduk di samping makam mas Dhoni, ku usap dan kubersihkan nisannya dari debu, dan ku eja nama di nisan itu. Ya,, Rabb dadaku semakin sesak ketika aku mengeja namanya       
M. Dhoni Faisal Huda
.      
Tak terasa 3 tahun sudah kami menjalankan puasa tanpa sosok kakak terbaikku. Sudah 3 tahun kami tidak memasak bersama, 3 tahun kami tidak bercanda dan bertengkar bersama, dan 3 tahun sudah kami tidak berbuka dan makan sahur bersma.        Ya Rabb,, aku tidak mengetahui bagaimana keadaan kakak ku sekarang disana. Kakakku adalah kakak terbaik bagiku. Aku ingin menjaganya Ya Rabb, aku ingin merawatnya, namun aku tahu aku tak sanggup melakukan itu, ragaku tak kuasa merangkulnya. Kini dunia kami berbeda dan hanya Engkaulah yang sanggup menjaganya. Sedangkan aku hanya mampu menjaganya dengan doa-doaku dan keluargaku dari sini. Ya Rabb,, aku memohon kepadamu, jagalah kakakku, jagakan dia, jagakan dia untukku, hingga nanti jika waktuku tlah tiba untuk bertemu dengan-Mu, ijinkan aku untuk dapat menjaga kakakku. Amiin...

Adek Najwa Udah 7 Bulan Low.................... ^^

Alhamdulillah..... awal Bulan Februari nanti kepomponku tersayang, Najwa udah genap 7 bulan. Wahhh ternyata usia 7 bulan emang benar2 waktunya si adek bayi menunjukkan segala kepiawaiannya. Sampai2 aku kagum saat liat keponakanku ini memamerkan kepawaiannya dalam main Ci Luk Baaaa... lucuuuuuuuuuuuuu bangetttttttt. Pengen liat buktinya... lets watch this video

SubhaAllah..... lucu kan???? hehehehe

Teruntukmu Mas Dhoni

         16 Juni,, yup, ini adalah hari dimana setiap tanggal ini seluruh keluarga sangat bahagia menyambutnya. Tanggal 16 Juni ini adalah tanggal dimana kakakku tercinta M. Dhoni Faizal Huda dilahirkan. Banyaknya tawa, jutaan senyum semua itu mengalahkan kemeriahan pesta apapun. 16 Juni tanggal yang selalu dinanti-nantikan oleh kakakku, sangat berharap pada hari itu banyak telepon, sms, dan teman-teman yang datang menghampirinya. Sungguh sangat teringat sekali kata-kata yang pernah terucap dari bibir kakakku ini "yo ngeneki nek ulang tahun hp g meneng2, enek...ae sing sms cuma ngucapne selamat ulang tahun dhon,, tak enteni traktirane,, pokok e lek ulang tahun kwi masa-masa senengku,, konco2 pdo eleng, silaturrahmi ora pedot". SubhanAllah.....
          Tapi 2 tahun terakhir ini suasananya sudah beda banget, sudah tidak ada lagi hp yang berdering tiap malam 16 Juni, sudah tidak ada lagi serbuan ucapan selamat ultah, dan tiada lagi kemeriahan dari candaan hangat kakakku ini. 2 tahun ini kakakku sudah tinggal di rumah Allah tercinta. Aku hanya bisa mengucapkan selamat ultah dari sini y mas... Semoga mas Dhoni selalu bahagia dan diberikan tempat yang sangat sangat sangaaatttt indah di sisi-Nya. Mas Dhoni benar-benar kakak yang perfect.  Bisa jadi kakak, bapak, teman, bahkan embah (kekekekke).
          Wah.... sekarang aku sudah jadi tante mas Dhoni. Mas Dhian n Mbak Ajeng dah punya putri. Cuantik low mas,,, (yo mrip kyok aku ngenek mas...) namanya Kanaya Najwa Kurniawan. Lahirnya juga di bulan Juni low mas... kyak e bkal mrip kyok sampean dweh mas.... (amiiiiiiiiiiiiinnnn). 
Selamat jalan ya mas.... Semoga Allah selalu menjaga mas Dhoni n menyanyangi mas Dhoni lebih, lebih, dan lebih darri kita semua yang menyayangi mas Dhoni. amiiiiiiiiiiiiiiinnnn.


                                                             Malang, 16 Juni 2011
                                                             Kutulis saat aku begitu merindukan 16 Juni beberapa tahun yang lalu



Aku.....Rindu Setengah Mati

             Malam yang larut, tugas yang berjubel, identik sekali dengan yang namanya mahasiswa. Yah... malam ini benar-benar menguras energiku. Harus bangun sampai larut malam seperti ini. Bayangkan saja mulai dari jam 6 sore sampai jam 12 malam mata hanya tertuju pada sebuah lap top yang  meskipun dipandang berjam-jam lamanya ga akan pernah ganti warna, model, bahkan merk yang lebih bagus.

             Dengan lentiknya diiringi alunan suara vokalis band yang khas satu ini tanganku menari-nari di atas key borad laptop. Ya Allah... sungguh tak terasa ada air yang menetes membasahi  huruf-huruf yang terpegang oleh jemariku.
Aku.. rindu setengah mati kepadamu.... sungguh ku ingin kau tahu,, aku rindu setengah mati kepadamu.
Sepengggal lirik itulah yang ternyata bisa membasahi keyboard ini.

            Mas Dhoni... bayangan itu yang tiba-tiba hadir di angan-anganku. Mas Dhoni menyimpulkan seuntai senyum padaku. Subhanallah...... Aku rindu padamu... rindu akan segala kebaikanmu, rindu akan segala wejangan-wejanganmu, rindu akan kelucuanmu, rindu akan keusilanmu, bahkan aku rindu akan wajah marahmu padaku saat aku sering tidak menuruti perintah ibuk. Subhanallah.... alhamdulillah.. setidaknya aku telah melihat sosok kakakku yang begitu penyayang hadir menemaniku malam ini. Semoga engkau slalu bahagia di rumah Allah tercinta. Menantikan kami yang tentu pasti akan kembali kepada Nya.

Adikmu yang begitu rindu setengah mati padamu mas Dhoni...

Secepat Itukah Surga Menginginkanmu Kak???


Secepat itukah surga menginginkanmu kak???
Kakak…
Bagaimana kabarmu di sana??
di rumah Allah tercinta..
Apa kakak baik-baik saja???
1 tahun lamanya engkau telah pergi meninggalkan kami
Aku sangat merindukanmu kak...
Jangankan memandang,,
Aku ingin sekali memelukmu kuat-kuat
Agar kau tak pernah lepas dariku
             Secepat itukah surga menginginkanmu kak???
             Aku merindukan senyumanmu
             Aku merindukan gelak tawamu
             Aku merindukan celoteh lucumu
             Aku merindukan kejahilanmu
             Aku merindukan semua dari dirimu kak...
Telah begitu banyak kenangan indah yang kau ciptakan untuk kami
Tapi kini dengan tibanya kau pergi meninggalkan kami
Engaku telah memenuhi panggilan Sang Khalik
Engkau telah terdiam dalam sunyi duniamu
             Secepat itukah surga menginginkanmu kakak...???
             Serindu itukah surga padamu???
             Apa rindu surga jauh lebih besar daripada rasa rindu kami
Jika saja aku bisa mengirimkan surat pada Allah..
Akan ku kirim sejuta surat hanya untuk mu kakakku...
Untuk memintamu kembali pada kami
Tapi itu semua hanya khayalan gadis kecil yang tak tahu apa-apa
Sekarang tiada lagi sosok kakak yang sangat sempurna
Sekarang kami harus benar-benar merelakanmu
Merelakan kepergianmu,,
             Tapi,.....
             Engkau tak perlu gundah kak....
             Kami akan selalu mengenangmu..
             Dalam tiap untaian doa
             Dalam tiap langkah yang terjejak
             Dalam hening maupun ramainya dunia
             Dalam senang maupun susah..
             Kau kan selalu ada di hati kami...
             Sebagai seorang kakak,,anak,,cucu,,saudara,,,dan sahabat terbaik
             yang pernah kami miliki..
Terima kasih kakak...
Terima kasih atas segala pelajaran dunia yang kau berikan pada kami
Tenang dan berbahagialah selalu kakak ku
Tunggulah kami di pintu surga Allah Azza Wajalla
Amiin....
Selamat jalan kakak....
Aku merindukanmu selalu...




Adek mu tersayang.....
yang sunguh-sungguh begitu merindukanmu
yang sangat-sangat kehilangan sosok kakak, anak,cucu, dan sahabat sepertimu
Peluk sayang dariku, mas Dhian, Bapak, Ibuk, Embah, sahabat2 untukmu mas Dhoni
Mengenang 1 tahun berpulangnya Mas Dhoni
bumi Allah tercinta Malang 3 Juni 2010

Puisi Untukmu Ibu

Ibu.....
Satu kata terindah yang slalu berdengung di telingaku
Layaknya lantunan syair terindah dalam hangatnya pesona sang pujangga

Ibu.....
Bagiku hanyalah satu sumber hidup nadiku...
engkaulah makhluk suci itu,,,,
yang menuntunku menapaki jalan Allah
yang membekaliku berjuta-juta tuntunan Islam
dan yang slalu menjagaku dari segala ancaman dunia fana

Terima ksih Ibu.....
Kata-kata itu teramat yakin tak dapat menggantikan kasih sayangmu padaku
Saat jiwaku terasa kering
kau datang layaknya oase yang menyejukkan kalbuku

Ibu.....
Kaulah makhluk teristimewa
Beribu cahaya slalu tersiratkan di parasmu yang jelita,,,,
Saat ku tahu jawabannya.....
Keikhlasanlah lampu dari cahaya terang itu

Terima kasih Ibu....
Terima kasih.....


Malang, tanah Allah tercinta
Saat hatiku begitu meridukanmu
Saat ragaku teramat ingin memelukmu Ibu