“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana" - Seno Gumira Ajidarma
Tidak terasa kepompon ku sayang sudah mulai beranjak kanak-kanak. Memasuki usia 2,3 tahun si Awa ini sudah ngerengek minta sekolah. Sebenarnya gak apa apa sih sekolah di usa segitu, cuman nanti takutnya pas waktu usia nya bener-bener mengharuskan dia sekolah malah bosen gimana???. Tapi tetp saja, berhubung terus-terusan ngerengek, ya sudahlah monggo di antar sekolah.
Sekolah sudah berjalan 1 bulanan lah kira-kira, selama itu pula dia jadi anak rajin banget. Tiap habis bangun pagi, minta mandi, trus pake seragam sendiri. Nah... dan pada akhirnya pada 1 bulan berikutnya setelah bangun pagi nie di tanya sama mama nya "Awa ayo mandi, trus sekolah", dan tau apa jawaban si Awa??? "sekolahannya libur Ma...". Lah padahal kan hari itu bukan hari libur nasional atw hari sabtu minggu. Tapi balik lagi, karena memang dasarnya masih sangat kecil ya biar sesukanya saja. Keesokan hari nya di tanya lagi, dan alasannya ada lagi yang katanya "sekolahnya di tutup sama Pak Guru Ma..", "sekolahnya ada mak ijah (panggilan syang Awa sma hantu,, hahahaha) nya Ma", sampe alasan "sakit perut Ma". Waaahhh... pokoknya ngeles nya si Awa ini buaaaanyyyyaaakkk pooolll.
Sande is holide, makanya nie tempat jadi rame. Itulah satu kalimat yang jadi updatean status FB ku beberapa hari yang lalu. Tepat hari Sabtu aku, awa, Mas Dhian n Mbak Ajeng kita berempar kompak pergi jalan-jalan bareng ke The Legend Water Park Kertosono. Sebenarnya jalan-jalan ini adalah acara yang diadakan PAUD tempat awa sekolah. Berhubung tiap siswa harus ada guard-nya, jadi kita bertiga berangkat deeehhh. Hahhaha... banyak bener guard-nya si Awa, Mama, papa, n komo, padahal nie temennya awa yg laen cuman ada 1 atw 2 aja guard-nya. Yaaa gimana yaaa... mumpung ubur dan mumpung murah loo kalo ada event-event begini.
Berangkat ke lokasi kita semua se PAUD naek kereta kelinci looo.... waaaaa. Dan asli karena berangkatnya kepagian nie, kita disana masih disambut dengan tulisan "CLOSE". Ya sudah kita tunggu dulu sambil jeprat jepret deeeh (teteppp ngeksis dulu doonggg sambil promosiin si Water park ini.
Bingung y apa sih komo - awa itu???. Komo itu berasal dari bahasa Korea yang berarti tante. Sedangkan Awa itu panggilan sayang buat keponakan tercinta si Najwa. Kenapa harus komo??? kenapa g bulek, tante atw aunty??. Iya... masalahnya gini,, keinginan saya untuk cepat disapa sama kepompon saya ini sangat besar. Kalo saya suruh keponakan saya manggil tante atau bulek itu susah juga buat bayi yang masih baru bisa ngomong. Akhirnya dicari-cari panggilan apa ya yang kira-kira gampang sebutannya. Kebetulan juga saya ini salah satu korean lovers. Dari movie, lagu, rariety show, hingga kamus tentang korea insyAallah saya punya. Akhirnya saya buka deh kamus korea. Coba saya cari kata tante dalam bahasa korea. Ternyata di situ ada 2 kata yang menunjukkan terjemahan dari kata tante. Yang pertama ahjumma, kalo ahjuma itu memang artinya tante tapi ini khusus panggilan untuk nyapa tetangga atau orang yang baru dikenal. Kedua itu "komo" yang artinya bibi. Wah... ini dia yang dicari "komo". pasti anak bayi mudah nyebutkan komo atau paling tidak dia bisa bilang omo lah y.... dan akhirnya setelah d ajarkan berulang-ulang bisa deh si awa nyapa komo nya. Kalo d tanya "Awa.. tadi maen sama siapa?". Jawabannya lucu... "komo". Coba deh saya tes lagi. "Komo siapa Awa??". Tau jawabannya apa???? "komodho,,, e..... komo dhona". hahahahahaha pinter sekali ngeles anak kecil ini....
Wiiiii panjang ya penjelasan judulnya, ada curhatannya pulaa... hahahahaha. We have the same taste!!! masak sihhh... iaaa..., selain selera yang sama wajahnya yang imut dan cantik si Awa itu ternyata hampir mirip saya juga... hahahahahaha (pd akudddd).
Kebetulan saat itu Bapak lagi buka-buka album foto jaman masa kecil saya dan dibandingkan deh sama Si Awa. Ehhh... ternyata banyak juga yang di warisi dari komonya ini. Apa aja???
Dengan al quran yang kau genggam dan iringin ayat
suci alquran
Ruh mu mulai menghilang dari ragamu
Allah memanggilmu dengan begitu pelan dan tenang
Terlihat seuntai senyum di bibirmu kala itu,
sepertinya engkau ingin memberitahu kami jika engkau lebih bahagia dengan
kehidupan barumu
Raut muka yang begitu tenang, senyum di bibir yang
begitu menawan, wajah yang terlihat lebih dan lebih tampan
Ya,,… itulah yang aku lihat saat itu.
Saat matamu tertutup, saat ragamu tak bernyawa, dan
saat mulutmu tak sanggup berucap
Bukan kesakitan, bukan ketakukan, bukan kegundahan,
dan bukan pula kesedihan
Hanya senyum kebahgaiaan yang tersungging di wajahmu
Dengarkah engkau kakakku??? Saat aku mencium pipimu
dan membisikkan kalimat itu???
“Engkau kini pergi mendahului kami dengan sangat
bahagia, diantarkan ratusan linangan air mata karena kehilanganmu, itulah bukti
begitu banyaknya orang yang menyayangimu, tapi memang kali ini cinta dan kasih
sayang Allah jaaauuuh lebih besar kepadamu. Penuhilah panggilan Allah dengan
kebahagiaanmu kakakku, kami akan selalu mendoakanmu. Tunggulah kami ini yang
nanti juga akan memenuhi panggilan-Nya.”
Kini 4 tahun sudah berlalu,,
4 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk bisa
melupakan indahnya senyummu
1464 hari bukanlah waktu yang mudah untuk melupakan
semua canda tawamu
35136 jam bukanlah waktu yang terbiasa untuk aku
berjalan tanpa mu
Bahkan hingga nanti… jutaan menit, milyaran detik,
sepertinya aku tak akan sanggup terlepas dari bayangmu
Dan tahukah engkau kakak???
Hari ini, jam ini, detik ini, aku tidak bisa menahan
rasa ingin memelukmu
Air mataku luruh sederas-derasnya mengenamu
Aku ingin bertemu denganmu
Aku ingin menceritakan semua keksulitanku, kebahagianku
kepadamu
Aku ingin berbagi denganmu
Bisakah kau selalu hadir dalam mimpiku saat aku
ingin bertemu denganmu???
Membawa setangkup rinduku dalam tidur panjangmu
Mungkin kini hanya lewat mimpi lah aku bisa
menggapaimu
Tenang dan berbahagialah kakak
rencana Allah begitu indah untukmu
semoga kelak, kita dapat bertemu dan
bersama-sama kembali di rumah Allah
4 tahunku tanpa sosok malaikat tanpa sayap bernama KAKAK 4 tahunku tanpa KAKAK dengan quote andalannya "bukan besok tpi hari ini, bukan nanti tapi sekarang ini" Special for you " Moch. Dhoni Faizal Huda "
Semoga Allah selalu mencintaimu, memberikan tempat terindah untukmu
" ALLAHUMMAGHFIR
LAHU WARHAMHU WA 'AAFIHI WA'FU 'ANHU WA AKRIM NUZULAHU WA WASSI'
MUDKHOLAHU WAGHSILHU BILMAA`I WATS TSALJI WAL BARODI WA NAQQIHI MINAL
KHOTHOOYAA KAMAA NAQQAITATS TSAUBAL ABYADLA MINAD DANASI WA ABDILHU
DAARON KHOIRON MIN DAARIHI WA AHLAN KHOIRON MIN AHLIHI WA ZAUJAN KHOIRON
MIN ZAUJIHI WA ADKHILHUL JANNATA WA A'IDZHU MIN 'ADZAABIL QOBRI AU MIN
'ADZAABIN NAAR "
Dalam kehidupan manusia memang kata uang tidak pernah luput untuk diperbincangkan. Banyak cara dipakai untuk bisa mendapatkan materi yang bernama “uang”, bahkan tak sedikitpun orang yang rela mengerjakan sesuatu yang tak berkenan untuk uang. Sempat heran juga saat melihat banyaknya berita di televisi yang menyangkan pemberitaan mengenai kejahatan berkedok penculikan, perampokan, penganiayaan, pembunuhan, korupsi dan semua itu bersumber dari satu kata “uang” (Astaghfirullah…). Sungguh mengenaskan sekali moral manusia saat ini. Mungkin mereka hanya berpikiran kehidupan itu hanya ada di dunia. Tanpa ada kehidupan akherat yang nyata-nyata semua perbuatan kita di dunia ini nantinya akan dipertanggungjawabkan disana. Padahal kalau kita mengingat itu semua, uang itu lebih mudah dicari melalui sesuatu yang sifatnya halalan toyyiban. Kita tidak perlu mencuri hak yang memang bukan hak kita. Allah telah mengatur rejeki masing-masing umatnya, dan Allah tidak mungkin salah untuk hal itu. Allah tahu apa yang terbaik buat kita kok.
Hemmmmm,….. itu tadi sedikit gambaran bagaimana orang-orang dengan karakternya masing-masing mencari rejeki. Nahhh… mungkin ini ada satu ide buat para mahasiswa “tua” sperti saya, yang sudah mulai malu untuk selalu menyodorkan tangan dan minta uang sama ortu. Bergabung dengan teman-teman senasib sepertanggungan (hahahaha), kami menamakan diri Floris mencoba mencari peruntungan dalam hal rejeki dengan menjual bunga di universitas2 yang sedang menyelenggarakan Wisuda. Ngga perlu malu dooonggggg… untuk bisa mendapatkan uang secara HALAL. Meskipun kami ngga berdasi, berteriak2 dan berjalan2 d sepanjang trotoar guna menawarkan bunga, tapi kerja keras untuk sesuatu yang HALAL itu sungguh luar biasa menyenangkan daripada duduk manis di kantor yang full AC menandatangi berkas2 yang ngga tau itu fiktif atau nonfiktif, dan ujung-ujungnya mengambil “hak” yang BUKAN “hak” nya (Astaghfirullah…).
7 Bulanan kalau orang Jawa biasa menyebutny dengan istilah "piton piton" ini merupakan salah satu rangkaian acara untuk anak bayi. Nah.... tepatnya tanggal 12 Februari 2012 (wehehehe angka bagus y.... 12022012) kepomponku sayang menjalani tradisi piton-piton ini. Pengen tahu apa aja tu... rangkaian acaranya????? yuxxxx monggo d simak... ^.^
Hoy hoy... masuk d awal rangkaian acaranya, biasanya kalau anak kecil habis bobok pagi kan mandi dlu y... nah,, ini ya gitu, si dedek Najwa d mandiin dlu. Cuman bedanya kalau tiap hari mandiny cuma pake air hangat, khusus dan spesial bwt hri ini dedek Najwa mandinya kyak pengantin. Mandi dengan air yang dipenuhi dengan bunga2 wangi. Plus semua perlengkapan mandi sprti sabun, shampoo, cologne, bedak, handuk, sma baju gantinya bwt acaranya sudah tersedia d sebuah keranjang cantik yg telah di hias (weeeeeeeeeee.... senengnyaaaa ni si Dedekkkkkk).
Allahu Akbar ,, Allahu Akbar,, Allahu Akbar Laaillahailallah huAllahu Akbar Allah hu Akbar Walillah Ilham…..
Setelah sang surya terbenam di ufuk barat, bulan Ramadhanpun telah usai menyapa dan menemani kita di 1433 H ini, dan di saat sang fajar memunculkan wujudnya d ufuk timur tibalah hari kemengan di hadapan kita. Iedul Fitri,,,, seluruh masjid d seantero duniapun menyuarakan Allahu Akbar ,, Allahu Akbar,, Allahu Akbar
Laaillahailallah huAllahu Akbar Allah hu Akbar Walillah Ilham…..
Ied Mubarak 1433 H….. Taqabballahu Minna Waminkum, wahai saudara2ku.
Subhanallah… tidak terasa ternya sudah sebulan lamanya berpuasa, dan kini benar2 tidak terasa sudah di 1 syawal 1433. Semoga amalan2 kita selama bulan Ramadhan akan tetap terjaga walaupun bulan yang penuh maghfirah ini sudah berlalu… amiin……….
Hoy hoy…lebaran,, lebaran,,, Alhamdulillah masih bsa berkumpul bersama keluarga untuk meryakan idul fitri bersama2. Semoga Allah masih memberikan banyak waktu dan kesempatan lagi untuk dapat merasakan indahnya kebersamaan ini di lebaran lebaran berikutnya, amiin…. ( banyak ya doa n maunya… hehehe,, makasih bwt doanya ). Seperti biasa di Idul fitri selalu banyak momen2 indah dan berharga. Bertemu sanak saudara (meskipun ngga semua saudara dr jauh dtang… ), berkunjung ke rumah2 tetangga (istilah jawany “sejarah”), dan yang paling menyenagkan adalah bagi2 angpao (hehehehehe….) adalah serangkaian acara yang wajib dilakoni (baca:fardhu ain,, hehehhe).
Dimulai dari pagi hari bersama2 berangkat ke masjid Al-Kautsar untuk menjalankan sholat ied berjamaah. Kali ini karena hari raya di Indonesia ini dilakukan serentak alias bersamaan, jadi dating jam 5.45 pun shof shof depan sudah dipenuhi jamaah (SubhanAllah… smga tiap tahunnya seperti ini, selalu serrentak… kan kelihatan rukun… ). Alhasil y… aku, Ibu dan mbah putrid dapet tmpat d shof belakang (pelajaran bwt idul fitri thun dpan brangkatnya lbih pagi lagi).
Setelah shalat ied selesai,,, wussshhhh langsung pulang ke rumah dan melanjutkan agenda berikutnya. Apalagi hayo?????? Hoy hoy….. maaf maafan sama Bapak Ibuk lah y… Bapak, ngaturaken sedaya kelepatan kula…. Ibuk ngaturaken sedaya kelepatan kula… (Cipika.. cipiki dulu…). Masih sama seperti 3 kali idulfitri sebelumnya, tangisan masih tumpah ruah di rumahku ini. Kenangan berlebaran bersama Mas Dhoni masih lalu lalang di memori kami. Yang jelasss mas Dhoni akan selalu ada di hati, pikiran, dan raga kami semua.