Tampilkan postingan dengan label Knowladge from the world. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Knowladge from the world. Tampilkan semua postingan

April Mop... Masih Mau Ikut2an???

Waaahh.. postingan kali ini bakal banyak flash backnya yaa.. hehhe. Maish sangat ingat, duluu banget pas waktu masih d bangku SMA itu kali pertama aku tahu sama yg namanya april mop, lebih tepatnya tahu dan latah ikut ikut an. Sempat dikerjai atau sempat ngerjai? dua duanya pernah. 

Naaah... berhubung ternyta menurut aku (yg katanya) april mop itu dulu seru yaa.. pas pulang sekolah aku nyoba ngajak almarhum mas ku -pas waktu itu kayaknya belajar soalnya lagi minggu tenangnya dia sebelum ujian- buat nipu masku yg ke dua. Wiiiihhh apa jawaban masku coba, entah gra2 dia suntuk belajar atau apa yaaak... jawabannya cuma  "EMOH!", udah gitu aja tanpa basa basi. Trus aku nya langsung keceplosan ngomong "ah mas Dhoni g seru ah, g keren, g gaul, maless". Trus dg lembut tp tegas mas Dhoni jawab "seru2 an kalo bwt hal g penting bwt apa? keren2 an kalo bwt nambah dosa apa gunanya, gaul2an kalo gaulnya di catatan Malaikat Atid gimana?. Aq yang g begitu trima dg jawabannya masku jawab lagi sambil cari alasan "nambah dosa?, kok bisa?". Katanya karena dia sudah ngerti sejarahnya april mop. Pengen tahu dong aku gimana sejarahnya kok sampe Mas Dhoni say no buat ikut2 an. Tak suruh dia nyeritain sejarahnya... e... malah aq disuruh baca sendiri di warnet (maklum... jaman dulu masih belom ada paketan internet, belom jaman tercecernya wifi.. hahaha).

We are Floris

Dalam kehidupan manusia memang kata uang tidak pernah luput untuk diperbincangkan. Banyak cara dipakai untuk bisa mendapatkan materi yang bernama “uang”, bahkan tak sedikitpun orang yang rela mengerjakan sesuatu yang tak berkenan untuk uang. Sempat heran juga saat melihat banyaknya berita di televisi yang menyangkan pemberitaan mengenai kejahatan berkedok penculikan, perampokan, penganiayaan, pembunuhan, korupsi dan semua itu bersumber dari satu kata “uang” (Astaghfirullah…). Sungguh mengenaskan sekali moral manusia saat ini. Mungkin mereka hanya berpikiran kehidupan itu hanya ada di dunia. Tanpa ada kehidupan akherat yang nyata-nyata semua perbuatan kita di dunia ini nantinya akan dipertanggungjawabkan disana. Padahal kalau kita mengingat itu semua, uang itu lebih mudah dicari melalui sesuatu yang sifatnya halalan toyyiban. Kita tidak perlu mencuri hak yang memang bukan hak kita. Allah telah mengatur rejeki masing-masing umatnya, dan Allah tidak mungkin salah untuk hal itu. Allah tahu apa yang terbaik buat kita kok.
Hemmmmm,….. itu tadi sedikit gambaran bagaimana orang-orang dengan karakternya masing-masing mencari rejeki. Nahhh… mungkin ini ada satu ide buat para mahasiswa “tua” sperti saya, yang sudah mulai malu untuk selalu menyodorkan tangan dan minta uang sama ortu. Bergabung dengan teman-teman senasib sepertanggungan (hahahaha), kami menamakan diri Floris mencoba mencari peruntungan dalam hal rejeki dengan menjual bunga di universitas2 yang sedang menyelenggarakan Wisuda. Ngga perlu malu dooonggggg… untuk bisa mendapatkan uang secara HALAL. Meskipun kami ngga berdasi, berteriak2 dan berjalan2 d sepanjang trotoar guna menawarkan bunga, tapi kerja keras untuk sesuatu yang HALAL itu sungguh luar biasa menyenangkan daripada duduk manis di kantor yang full AC menandatangi berkas2 yang ngga tau itu fiktif atau nonfiktif, dan ujung-ujungnya mengambil “hak” yang BUKAN “hak” nya (Astaghfirullah…).

Keterbatasan Ketersediaan Hara Bagi Tanaman Jagung


A.    Hasil Produksi Potensial Tanaman Jagung




 
 
B.     Kebutuhan Jumlah Hara Tanaman Jagung
Setiap tanaman selalu memerlukan unsur hara (atau Pupuk) yang lengkap sesuai kebutuhannya, sebagai gambaran ada penelitian, ternyata:
1.    Kebutuhan N untuk beberapa tanaman :
Tanaman
Hasil
Berat total N yang diserap ( kg )
Konversi ke kg Urea   ( 46 % N )
Jagung
5638 l
469,67
1021
2.      Kebutuhan P untuk beberapa tanaman :
Tanaman
Hasil
Berat total P2O5 yang diserap ( kg )
Konversi ke kg SP 36   ( 36 % P2O5 )
Jagung
5638 l
41,3
114,7
3.      Kalium yang diserap oleh beberapa tanaman :
Tanaman
Hasil
Berat total K2O yang diserap ( kg )
Konversi ke kg KCL   ( 60 % N )
Jagung
5638 l
97
162
Sumber : Tisdale, et.al ( 1985 ).

C.    Defisiensi Hara Pada Tanaman Jagung
1.                Defisiensi N
Tanaman jagung yang mengandung cukup N akan menunjukkan warna daun hijau tua yang artinya kadar klorofil dalam daun tinggi. Sebaliknya apabila tanaman jagung kekurangan atau defisiensi (kahat) N maka daun akan menguning ( klorosis ), karena kekurangan N dimulai dari daun-daun yang tua dan akan terus ke daun muda apabila kekurangan N terus berlanjut. Kejadian ini menunjukkan bahwa N dalam tanaman bersifat mobil artinya apabila kekurangan N maka N dalam jaringan tua akan dimobilisasi ke jaringan muda ( titik tumbuh ) sehingga pada jaringan tua klorosis sedangkan pada jaringan muda / titik tumbuh masih hijau. Pigmen hijau dalam klorofil menyerap energy matahari sangat pentig dalam awal akativitas fotosintesis. Klorofil membantu pembentukan gula sederhana dari unsure C, H, dan O yang selanjutnhya dari gula tersebut akan menentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Pertumbuhan tanaman jagung lambat, lemah, kerdil, bisa disebabkan karena kahat N. Defisiensi N juga dapat meningkatkan kadar air biji dan menurunkan produksi dan kualitas. Batas kritis yaitu batas dimana kadar N total tanah atau tanaman bisa menyebabkan penurunan produksi sekitar 7-10 % dari hasil maksimum tanaman. Batas kritis tanaman tersebut apabila didekati dengan metode kurva kontinyu adalah sebagai berikut :
a.       Kelas N sangat sedang     :  < 0,07 %
b.      Kelas N rendah                 : 0,07-0,11 %
c.       Kelas N sedang                 : > 0,11 %
Apabila N tersedia didalam tanah hanya atau sebagian besar dalam bentuk ammonium dapat menyebabkan keracunan pada tanaman dan akhirnya dapat mengakibatkan jaringan vascular pecah dan berakibat pada terhambatnya serapan air. Gejala kekurangan Ca dapat terjadi apabila sumber N tersedia dalam bentuk ammonium. Demikian juga kekurangan karbohidrat dapat terjadi sehingga pertumbuhan tanaman terhambat apabila kelebihan ammonium.


         2.    Defisiensi  Fosfor
Fosfor ( P ) merupakan unsur hara esensial bagi tanaman jagung. Tidak ada unsur lain yang dapat menggantikan fungsinya di dalam tanaman, sehingga tanaman harus mendapatkan atau mengandung P secara cukup untuk pertumbuhannya secara normal. Fungsi penting fosfor di dalam tanaman yaitu dalam proses fotosintesis, respirasi, transfer dan penyimpanan energy, pembelahan dan pembesaran sel serta proses-proses di dalam tanaman lainnya. Oleh karena itu P dibutuhkan tanaman cukup besar maka disebut unsur hara makro. Pada umumnya kadar P di dalam tanaman di bawah N dan K. Di dalam tanah P terdapat dalam berbagai bentuk persenyawaan yang sebagian besar tidak tersedia bagi tanaman. Sebagian besar pupuk yang diberikan ke dalam tanah tidak dapat digunakan tanaman karena bereaksi dengan bahan tamah lainnya sehingga tidak dapat digunakan tanaman. Sehingga nilai efisiensi pemupukkan P pada umumnya rendah hingga sangat rendah.
Pada umumnya lahan kering masam didominasi oleh tanah Ultisol, yang dicirikan oleh kapasitas tukar kation (KTK) dan kemampuan memegang/menyimpan air yang rendah, tetapi kadar Al dan Mn tinggi. Oleh karena itu, kesuburan tanah Ultisol sering kali hanya ditentukan oleh kadar bahan organik pada lapisan atas, dan bila lapisan ini tererosi maka tanah menjadi miskin hara dan bahan organik. Di samping itu, kekahatan fosfor merupakan salah satu kendala terpenting bagi usaha tani budidaya tanaman jagun di lahan masam. Hal ini karena sebagian besar koloid dan mineral tanah yang terkandung dalam tanah Ultisol mempunyai kemampuan menyemat fosfat cukup tinggi, sehingga sebagian besar fosfat dalam keadaan tersemat oleh Al dan Fe, tidak tersedia bagi tanaman maupun biota tanah
 Gejala defisiensi :
Tanda atau gejala pertama tanaman kekurangan P adalah tanaman menjadi kerdil. Bentuk daun tidak normal dan apabila defisiensi akut ada bagian daun, buah, dan batang mati. Daun tua akan terpengaruh lebih dulu dibandingkan dengan daun muda. Wara ungu atau kemerahan menunjukkan adanya akumulasi gula yang sering ditunjukkan oleh tanaman jagung dan beberapa tanaman lainnya yang kekurangan P. Defisiensi P juga dapat menyebabkan penundaan  kemasakkan. Tanaman biji-bijian yang tumbuh dalam tanah yang kurang P menyebabkan pengisian biji berkurang.
Secara visual kekurangan P, selain tanaman kerdil dan hasil menurun, tidak sejelas apabila dibandingkan pada gejala yang ditimbulkan oleh unsure N dan K. Defisiensi P sulit dideteksi pada sebagian besar tanaman. Pada beberapa fase pertumbuhan, defisiensi P dapat menyebabkan tanaman kelihatan tumbuh gelap dan dapat menyebabkan daun tanaman menguning, khususnya pada daun tua karena unsur P dalam tanaman bersifat mobil.
 
 .                       3.    Definis Kalium
Kalium merupakan unsur hara esensial tanaman. Bahkan semua makhluk hidup juga membutuhkan kalium. Tidak ada unsure lain yang dapat menggantikan funsi spesifinya dalam tanaman dan merupakan salah satu unsure dari 3 unsur makro utama selain N dan P. Sebagian tanaman mengandung K hampir sama dengan N dan P. Kalium di dalam jaringan tanaman ada dalam bentuk kation dan bervariasi sekitar 1,7-2,7 % dari berat kering daun yang tumbuh secara normal. Ion K dalam tanaman berfungsi sebagai activator dari banyak enzim yang berpartisipasi dalam beberapa proses metabolism  untuk tanaman. Jumlah K yang diserap beberapa tanaman untuk menghasilkan produksi tertentu. Banyak kejadian menunjukkan bahwa Na dapat menggantikan sebagian K dan berpengaruh pada pertumbuhan beberapa tanaman. Besarnya pergantian K oleh Na tergantung spesies tanaman akan tetapi sudah terbukti bahwa ada hubungannya positif antara Na dengan serapan dan translokasinya ke bagian tanaman di atas tanah ( shoot ). Fugsi K di dalam vakuola dapat mempengaruhi tekanan osmotic, dapat diganti sejumlah Na, hal ini bisa terjadi karean fungsinya non-spesifik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian N dosis rendah, K dan Na dapat menurunkan gula reduksi akan tetapi meningkatkan fruktosa. Pengaruh K dalam meningkatkan fruktosa lebih besar dibandingkan Na akan tetapi pemberian Na dan K memberikan peningkatan dasar fruktosa paling tinggi.
Gejala defisiensi pada tanaman :
Gejala kekurangan K banyak ditunjukkan dengan beberapa cara / penampilan. Gejala yang paling menonjol adalah tanda terbakarnya daun yang dimulai dari ujung atau pinggir. Gejala ini tampak dimulai dari daun yang lebih tua dan juga menunjukkan bahwa gejala secara visual defisiensi  K pada tanaman adalah bercak-bercak nekrotik berwarna cokelat pada daun dan batang yang tua. Berdasarkan studi anatomi dengan menggunakan mikroskop cahaya terlihat bahwa titik-titik nekrotik dimulai dengan rusaknya ( collapse ) sel pada ;lapisan luar. Sedangkan dengan menggunakan elektromikroskop diketahui adanya kerusakan struktur kloroplas dan pecahnya mitokondria. Tanaman kekurangan K menunjukkan pertumbuhan yang terhambat. Sistem perakaran tanaman jelek atau terhambat. Batang tanaman menjadi lemah. Biji dan buah kecil dan mempunyai bentuk tidak normal, hali ini disebabkan tanaman mudah terserang penyakit. Dalam hubungannya dengan fisiologi tanaman, kekurangan K dapat menyebabkan akumulasi karbohidratdapat larut dan gula reduksi, sintesa glikogen dan pati terhambat akumulasi asam-asam amino, sintesis protein terhambat, pemanfattan subtract respirasi terhambat, kecepatan oksidasi fosforilasi dan fotofosforilasi menurun. Sehingga apabila disimpulkan bahwa defisiensi K dalam tanaman erat hubungannya dengan metabolism N dan karbohidrat.
Hasil penelitian dengan menggunakan adenosine difosfat ( ADP ) sebagai indicator sintesis pati dalam jaringan beberapa tanaman untuk menunjukkan fungsi K dalam sintesis pati. Makin tinggi konsentrasi K ( KCL ) yang diberikan makin tinggi pula aktivitas enzim dalam pembentukkan pati.



 

D.    Upaya untuk mengatasi keterbatasan unsur hara
Ø Pemberian pupuk organik dan anorganik, pengapuran, pemberian pupuk hayati
1.   Defisiensi N
Pengelolaan tanah-tanah mineral masam untuk kepentingan pertanian dalam budidaya jagung menghadapi kendala pH yang rendah, keracunan Al, Mn, dan/atau Fe, serta kekahatan unsur-unsur hara penting seperti N, P, Ca, dan atau Mg dan Mo . Upaya untuk mengatasi persoalan kesuburan tanah-tanah masam adalah dengan mengkombinasikan antara praktek usaha tani dengan penerapan bioteknologi tanah yang menekankan pada komponen mengamankan suplai N di dalam sistem tanah-tanaman dengan pengayaan fiksasi N2 secara biologis (Notohadiprawiro, 1990). Teknologi ini mencakup segala upaya untuk memanipulasi jasad renik dalam tanah dan proses metabolik mereka untuk mengoptimumkan produktivitas pertanaman.
Selain menggunakan penerapan bioteknologi tanah yang menekankan pada komponen mengamankan suplai N juga dapat dilakukan dalam hal pengelolaannya untuk pertanaman secara teknis, terdapat dua pendekatan pokok yakni pemilihan jenis komoditas atau varietas yang adaptif serta perbaikan kesuburan tanah dengan ameliorasi dan pemupukan.

2.   Defisiensi P
Salah satu kegiatan reklamasi lahan untuk memperbaiki atau memulihkan kembali tanah –tanah yang tidak subur agar secara optimal dapat mendukung pertumbuhan tanaman adalah dengan penambahan amelioran seperti pemberian kapur pertanian. Secara tidak langsung kapur dapat mengurangi keracunan Al, meningkatkan ketersediaan P, meningkatkan pH tanah dan secara langsung kapur dapat meningkatkan ketersediaan hara Ca.
Kapur berfungsi memantapkan stabilitas tanah, tetapi daya kerjanya lebih cepat dari pada kerja bahan organik. Kelemahannya adalah bila tanah berkualitas rendah, yang ditandai dengan tingkat kesuburan rendah, maka dengan pengapuran saja hanya memungkinkan pertumbuhan tanaman yang normal. Sebaliknya penggunaan bahan organik tanpa didahului dengan pengapuran menghasilkan pemantapan stabilitas tanah secara lambat, tetapi dampak positifnya berlangsung jangka panjang. Oleh karena itu pengapuran pada tanah masam sebaiknya diikuti dengan pemberian pupuk organik agar stabilitas tanah terjaga dan pertumbuhan serta produksi tanaman akan terjamin.
Salah satu upaya lainuntuk perbaikan adalah perlakuan bakteri pelarut fosfat (BPF) yang mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung pada tanah masam. Pemanfaatan mikrobia pelarut fosfat dan mikoriza untuk perbaikan fosfor tersedia, serapan fosfor tanah masam dan hasil jagung. Ataupun dengan mengkombinasikan antara pupuk kandang dengan bakteri pelarut fosfat. Dari beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri pelarut fospat dapat meningkatkan ketersediaan P di dalam tanah dan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk P serta dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Penggunaan pupuk hayati berupa inokulan bakteri fospat dengan tanpa pemberian pupuk TSP dapat meningkatkan hasil jagung yang setara dengan pemberian TSP.
Asosiasi simbiotik anatara jamur dan sistem perakaran tanaman tinggi diistilahkan dengan mikoriza. Dalam fenomena ini jamur menginfeksi dan mengkoloni akar tanpa menimbulkan nekrosis sebagaimana biasa terjadi pada infeksi jamur patogen, dan mendapat pasokan nutrisi secara teratur dari tanaman. Asosiasi ini akan dapat meningkatan ketersediaan hara P dan lainnya serta meningkatkan serapannya. MVA membantu pertumbuhan tanaman dengan memperbaiki ketersediaan hara fosfor dan melindungi perakaran dari serangan patogen
Pemberian pupuk kandang selain dapat menambah tersedianya unsur hara, juga dapat memperbaiki sifat fisik tanah. Beberapa sifat fisik tanah yang dapat dipengaruhi pupuk kandang antara lain kemantapan agregat, bobot volume, total ruang pori, plastisitas dan daya pegang air.
3.   Defisiensi K
Kekahatan kalium merupakan kendala yang sangat penting dan sering terjadi di tanah Ultisol. Masalah tersebut erat kaitannya dengan bahan induk tanah yang miskin K, hara kalium yang mudah tercuci karena KTK tanah rendah, dan curah hujan yang tinggi di daerah tropika basah sehingga K banyak yang tercuci. Upaya untuk meningkatkan produksi kedelai di tanah masam dapat dilakukan melalui pengelolaan tanaman yang sesuai dan manipulasi tanah yang tepat. Pemupukan kalium memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan produksi kedelai di tanah Ultisol. Hara kalium merupakan hara makro bagi tanaman yang dibutuhkan dalam jumlah banyak setelah N dan P

Ø Pengelolaan tanah yang berazas peningkatan kesuburan tanah dan melakukan tindakan konservasi tanah dan air
  Apabila dihadapkan pada kondisi tanah masam, ketersediaan hara rendah, bahan organik tanah rendah, dan tanah memiliki slope tertentu serta berada pada daerah dengan intensitas hujan tinggi, maka secara teknik pengolahan tanah yang dilakukan harus berprinsip peningkatan kesuburan tanah dan adanya pelaksanaan konservasi tanah dan air.
Pada prinsipnya untuk meningkatkan atau mempertahankan kemampuan tanah dapat dilakukan teknik pengelolaan tanah secara mekanik dan vegetatif. Secara mekanik pembuatan teras misalnya teras gulud, teras bangku atau teras individu dan pembuatan saluran drainase. Sedangkan secara vegetatif adalah penerapan pola tanam yang menutup permukaan tanah sepanjang tahun baik dengan hijauan maupun vegetasi misalnya dengan pergiliran tanaman , tumpang sari atau penanaman budidaya lorong.
Konservasi tanah secara mekanik adalah semua perlakuan fisik mekanis dan pembuatan bangunan yang ditujukan untuk mengurangi aliran permukaan guna menekan erosi dan meningkatkan kemampuan tanah mendukung usahatani secara berkelanjutan.
Pergiliran tanaman atau tanam berurutan adalah sistem bercocok tanam dengan menanam dua atau lebih jenis tanaman pada sebidang tanah selama satu tahun; tanaman musim kedua ditanam sebelum panen tanaman musim pertama. Contohnya adalah tumpang gilir antara tanaman jagung yang ditanam pada awal musim hujan dan kacang tanah yang ditanam beberapa minggu sebelum panen jagung. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan intensitas penggunaan lahan dan menjaga agar permukaan tanah selalu tertutup tanaman. Selain itu, sistem ini juga dimaksudkan untuk mempercepat penanaman tanaman pada musim kedua, sehingga masih mendapatkan air hujan dengan jumlah yang cukup untuk pertumbuhan dan produksinya.
Tanam bersisipan atau tumpang sari adalah sistem penanaman lebih dari satu macam tanaman pada lahan yang sama secara simultan, dengan umur tanaman yang relatif sama dan diatur dalam barisan atau kumpulan barisan secara berselang-seling seperi: padi gogo + jagung - jagung + kacang tanah. Pada musim pertama di awal musim hujan, padi gogo ditanam secara tumpang sari dengan jagung.
Menambah tanaman penguat teras,tanaman yang memenuhi syarat sebagai penguat teras adalah:
a. Mempunyai sistem perakaran intensif, sehingga mampu mengikat air.
b. Tahan pangkas sehingga tidak menaungi tanaman utama.
c. Bermanfaat dalam menyuburkan tanah maupun sebagai penghasil makanan ternak.
Tanaman penguat teras yang dianjurkan ditanam antara lain lamtorogung, gamal, akasia, kaliandra, rumput gajah dan rumput benggala.


    DAFTAR PUSTAKA

Anonymous.2010. http://gefendi.blogspot.com/2010/03/p-u-p-u-k.html. Diakses tanggal 20 Oktober
Anonymous.2010. http://ntb.litbang.deptan.go.id/ind/pub/2010/F10-4.pdf. Diakses tanggal 20 Oktober




Pembuatan Pupuk Hayati Mikoriza



LAPORAN
PUPUK DAN TEKNOLOGI PEMUPUKAN
PUPUK HAYATI
“GUDANG MIKORIZA ( The Great Fertillizer )”


Oleh :
Dhona Puspita Ningrum
0810480144



 



PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2010

PENDAHULUAN

Pertanian di Indonesia merupakan bidang yang sangat penting saat ini, mengingat permasalahan utama yang dihadapi pemerintah sekarang adalah bagaimana mengupayakan peningkatan produksi pertanian dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan mengurangi impor hasil pertanian. Dalam rangka upaya peningkatan produksi pangan tersebut dapat diupayakan dengan intensifikasi pertanian. Upaya intensifikasi ini juga mengalami hambatan seperti penggunaan pupuk buatan yang menyebabkan rusaknya struktur tanah akibat pemakaian pupuk buatan yang terus menerus sehingga perkembangan akar tanaman menjadi tidak sempurna. Hal ini juga akan memberikan dampak terhadap tanaman yang diproduksi pada tanah yang biasa diberikan pupuk buatan. Begitu juga dari efek sarana produksi terhadap lingkungan telah banyak dirasakan oleh masyarakat petani, penggunaan pupuk buatan yang terus menerus menyebabkan ketergantungan dan lahan mereka menjadi lebih sukar untuk diolah. Oleh sebab itu perlu di cari suatu alternatif yang dapat mengurangi penggunaan pupuk buatan. Salah satu cara untuk menggantikan pupuk buatan tersebut adalah dengan memanfatkan pupuk hayati.
Pupuk hayati merupakan mikroorganisme hidup yang diberikan kedalam tanah sebagai inokulan untuk membantu memfasilitasi atau menyediaakan unsur hara tertentu bagi tanaman. Jenis-jenis dari puk hayati sangat beragam, diantaranya adalah pupuk hayati pemasok nitrogen dan pupuk hayati yang meningkatkan hara fosfor.
Dalam laporan mata kuliah pupuk dan teknologi pemupukan ini akan diuraikan mengenai pupuk hayati yang dapat meningkatkan hara fosfor. Agen hayati yang digunakan dalam pembuatan pupuk ini adalah mikoriza. Untuk media tanam yang digunakan dalam pembutan pupuk ini adalah kotoran ayam, sekam, dan kompos.
 Mikoriza merupakan jenis fungi yang menguntungkan pertumbuhan tanaman terutama pada tanah-tanah yang mengalami kekurangan unsur P. Mikoriza bersimbiosis dengan perakaran tanaman dan membantu dalam penyerapan P. Untuk itulah pada pembuatan pupuk ini digunakan minoriza sebagai bahan utama.

TUJUAN

  1. Mengetahui pemanfaatan mikoriza sebagai pupuk hayati
  2. Mengurangi pemakaian pupuk buatan/ kimia dan beralih menggunakan pupuk organik berupa pupuk hayati
  3. Meningkatkan penyerapan unsur hara P
  4. Meningkatkan ketahanan terhadap serangan patogen akar
  5. Mengetahui bagaimana respon media tanam terhadap mmikoriza

WAKTU DAN TEMPAT PEMBUATAN

A.    Waktu Pembuatan
1.      23 Oktober 2009        : Pemilihan bahan
2.      24 Oktober 2009        : Pemilihan lokasi
3.      25 Oktober 2009        : Pengambilan bahan
4.      2 November 2009       : Pengamatan I mikoriza
5.      9 November 2009       : Pengamatan II mikoriza
6.      24 November 2009     : Pencampuran bahan (kotoran ayam : tanah : kompos : sekam) sebagai media tanam + tanah bermikoriza +  penanaman benih jagung
7.      4 Desember 2009        : Pengamatan III mikoriza
8.      23 Desember 2009      : Pembongkaran tanaman + pembuatan tablet
9.      24 Desember 2009      : Pengamatan spora mikoriza
10.  26 Desember 2009      : Uji perkecambahan
11.  30 Desember               : Pengamatan vesikel
12.  8 Januari 2010             : Pengemasan dan pemberian label pada kemasan tablet

B.     Tempat Pembuatan
1.      Pengambilan bahan : Cangar
2.      Pembuatan Pupuk :
§  Pengamatan                    : Laboratorium Nematoda HPT Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
§  Pencampuran bahan       : Laboratorium Nematoda HPT Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
§  Pembongkaran tanaman      : Kertosariro 28 Ketawanggede Malang
§  Pembuatan tablet                : Kertosariro 28 Ketawanggede Malang
§  Uji perkecambahan             : Kertosariro 28 Ketawanggede Malang
§  Pengemasan dan pelabelan  : Kudu Kertosono Kab. Nganjuk


BAHAN

A.    Pembuatan Isolat
  1. Tanah cangar
  2. Air
  3. Gula
B.     Perkembangbiakan isolat
  1. Tanah steril / tidak steril
  2. Kotoran ayam
  3. Sekam
  4. Air
  5. 5 gram Isolat mikoriza/ tanah bermikoriza ( 2,5 gram dicampur dengan media tanam dan 2,5 gram diletakkan di permukaan atas media tanam )
  6. Benih tanaman jagung
Perbandingan komposisi media tanam = tanah : kotoran ayam : sekam : kompos  dengan perbandingan  : 2    :           ½          :     ½    :      2
Dasar Pemikiran
Dalam praktikum pembuatan pupuk hayati berbahan mikoriza ini digunakan bahan-bahan seperti tersebut diatas dengan pemikiran sebagai berikut :
1.      Kotoran Ayam
Tahi ayam dipilih karena kering, sehingga lebih mudah dan cepat diolah. Limbah kotoran ayam mengandung mikroorganisme yang berlimpah, sehingga dapat mempercepat proses pembusukan. Selain itu kotoran ayam mengandung nitrogen yang tinggi, ini berarti cukup tersedia nutrisi untuk mikroorganisme. Mikroorganisme membutuhkan sumber karbon untukpertumbuhannya dan nitrogen untuk sintesis protein.
2.      Sekam Mentah
Selain sekam bakar, sekam mentah juga bisa digunakan sebagai komponen media tanam. Kelebihan sekam mentah sebagai media tanam, selain bersifat porous dan mampu menahan air, adalah kaya akan vitamin B.
 3.      Benih jagung
Penggunaan benih jagung ini karena perakaran dari tanaman jagung luas. Selain itu tanaman jagung merupakan tanaman semusim.

METODE
A.    Pembuatan Isolat

Dasar Pemikiran
·         Larutan gula dalam pembuatan isolat ini digunakan untuk membuat perbedaan berat jenis larutan gula dengan larutan tanah.
·         Fungsi Sentrifuge disini adalah untuk menghomogenkan larutan. Sehingga larutan tanah dan larutan gula akan terpisah. Larutan yang berat jenisnya lebih besar akan terendap di dasar tabung. Spora-spora mikoriza akan terapung di atas larutan
B.     Pengamatan Mikoriza
      1. Spora
  2.      Vesikel ( Pewarnaan Akar )
Tujuan             : untuk mendapatkan gambar vesikel. Dimana hal ini  utnuk membuktikan  bahwa akar tanaman tersebbut telah terinfeksi oleh mikoriza
Cara Kerja       : pengamatan mikoriza di dalam akar dilakukan dengan prosedur osmanik dan Mc. Grow.
 
C.     Perkembangbiakan Isolat ( tanah bermikoriza )

Media tanam diisikan pada gelas aqua sebanyak ¾ bagian dengan perbandingan =
tanah : kotoran ayam : sekam : kompos
                                         2    :          ½           :     ½     :      2
Kemudian setengah bagian dari tanah bermikoriza ( ± 2,5 gram dicampurkan dengan media tanam di atas. Setelah media tanam tercampur, maka benih jagung segera di tanam. Penanaman benih jagung ini disarankan untuk tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dangkal ( ± 2 cm dari atas permukaan tanah ). Lalu setelah benih ditanam, sisa dari tanah bermikoriza tadi ( ± 2,5 gram ) di taburkan di atas permukaan media tanam.
 
 
Dasar Pemikiran
·         Pada media tanam digunakan perbandingan kompos sama dengan tanah. Hal ini dikarenakan apabila media tanam terlalu banyak kompos akan membuat tanah semakin porous. Dengan perbandingan yang sama ini diharapkan media akan sesuai dengan perakaran jagung. Perakaran jagung dapat menyebar ke segala arah dengan mudah dan mikoriza pun akan lebih mudah bergerak.
·         Penanaman benih jagung dengan kedalaman yang tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dangakal. Hal ini dikarenakan agar pada waktu tumbuh tanaman tidak mudah roboh. Sehingga saat tanaman sudah besar/ tinggi, maka perlu dilakukan pembubunan.


HASIL

            Pada praktikum pembuatan pupuk hayati ini kegiatan dimulai dari penentuan lokasi pengambilan tanah. Tanah yang digunakan di sisni adalah tanah cangar. Pengambilan tanah dilakukan pada kedalaman 20-30 cm di atas permukaan tanah. Tanah yang telah diambil, ditimbang sebanyak ± 50 gram.
            Setelah itu tanah diamati mulai dari penyaringan menggunakan mikrosieving, pencampuran dengan larutan gula, proses sentrifuge, hingga didapatkan spora mikoriza melalui pengamatan di bawah mikroskop. Spora yang didapatkan merupakan spora dari mikoriza jenis Glomus sp. Hal ini dicirikan dengan spora memiliki tangkai spora ( Hyfal attachment ) dan permukaan spora agak halus berwarna coklat kemerahan, bentuk spora bulat, dinding spora agak tebal.


Selain itu juga  ditemukan spora dengan cirri-ciri berwarna merah kecoklatan dan berbentuk bulat. Permukaan spora tidak begitu halus, agak bercorak. Dnding spora agak tebal dan tidak mempunyai tangkai spora.

Kemdian setelah terbentuk isolat mikoriza, maka dilakukan pengembangbiakkan terhadap isolat tersebut. Pengembangbiakkan dilakukan dengan menggunakan benih jagung. Hal ini dikarenakan jagung merupakan tanaman semusim yang mempunyai perakaran luas.
            Setelah dilakukan perkembangbiakkan isolat, maka akan terbentuk tanah bermikoriza. Tanah inilah yang nantinya akan diproses menjadi tablet pupuk hayati. Proses selanjutnya adalah pengamatan terhadap akar tanaman jagung dari pengembangbiakkan isolat. Akar dari tanaman tersebut diamati dengan tujuan untuk melihat apakah akar sudah terinfeksi jamur atau belum.
     Kemudian setelah selesai pengamatan, ternyata hasil yang didapatkan adalah terlihat adanya vesikel dari mikoriza. Hal ini menunjukkan bahwa akar telah terinfeksi. Vesikel merupakan suatu struktur berbentuk lonjong atau bulat, mengandung cairan lemak, yang berfungsi sebagai organ penyimpanan makanan atau berkembang menjadi klamidospora, yang berfungsi sebagai organ reproduksi dan struktur tahan. Vesikel selain dibentuk secara interseluler ada juga yang secar intraseluler. Pembentukan vesikel diawali dengan adanya perkembang sitoplasma hifa yang menjadi lebih padat, multinukleat dan mengandung partikel lipid dan glikogen. Sitoplasma menjadi semakin padat melalui proses kondensasi, dan organel semakin sulit untuk dibedakan sejalan dengan akumulasi lipid selama maturasi (proses pendewasaan). ( Feronika, 2003 )
Setelah pengamatan terhadap akar ternyata ditemukan vesikel, sehingga kegiatan selanjutnya yang dikerjakan adalah pembuatan/ pencetakkan tablet. Tanah yang digunakan sebagai media tanam yang telah terinfeksi tadi dicetak menggunakan alat pencetak tablet.
            Saat tanah bermikoriza ini telah terbentuk menjadi tablet, maka proses berikutnya adalah pengujian kualittas. Pengujian kualitas ini dilakukan dengan menanam tanaman jagung dengan dipupuk menggunakan pupuk tablet ini ( uji perkecambahan ). Uji perkecambahan ini dilakukan dengan 4 faktor pembeda :
1. A        : Tanah ( sebagai kontrol )
2. B        : Tanah + tanah bermikoriza
3. C        : Tanah + 3 tablet pupuk
4. D        : Tanah + 1 tablet pupuk
    Setelah di uji ternyata didapatkan hasil sebagai berikut :
 
Pada pengamatan di atas terlihat pada perakuan C memiliki tinggi yang lebih daripada perlakuan yang lainnya. Pada pengamatan juga diamati mengenai lebar daun. Pada perlakuan C lebar daun lebih lebar dibandingakan dengan perlakuan yang lain.
            Setelah pengujian selesai dan mendapatkan hasil, proses selanjutnya adalah pembuatan tablet. Tablet dibuat dengan cara dicetak dengan alat pembuat tablet. Setelah semua tanah media tanam jagung tersebut sudah jadi tablet, maka tablet-tablet tersebut dikeringanginkan. Setelah semua tablet kering, maka tablet-tablet tersebut udah siap untuk dikemas. Pengemasan tablet pupuk hayati ini disertai dengan label. 

LABEL

            Label pada kemasan tablet pupuk ini berisi nama, kandungan, fungsi, dan aplikasi. Dimana dosis yang dianjurkan adalah sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan, yakni 3 tablet pupuk tiap lubang. Di bawah ini merupakan gambarn dari label pupuk hayati.
            Merk                  : Gudang Mikoriza ( The Great Fertilizer )
            Keunggulan         : Meningkatkan penyerapan unsur hara terutama unsur P
                                         Menahan serangan patogen akar
                                         Memperbaiki struktur tanah
            Jenis mikoriza       : Glomus sp.
            Cara Pemakaian   : Memasukkan pupuk pada lubang sebelum penanaman
                                        Menempelkan pupuk pada akar tanaman muda/ mencampur tanah untuk pembibitan tanaman
            Dosis                    : 3 tablet tiap lubang
            Komposisi            : kompos, kotoran ayam, sekam


DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, 2009. www.scribd.com/doc/20728083/null. Diakses 29 Oktober
Anonymous,2009.stppgowa.ac.id/download/Vol_2_No_2.../Robert-Nataniel.pdf. Diakses 29 Oktober
Anonymous, 2009. www.mekarsari.com/index.php?. Diakses 29 Oktober
Elfiati dan Delvian. 2007. http://jurnalilmuprtanianindonesia/Keanekaragaman Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) Berdasarkan Ketinggian Tempat/index.php. Diakses 4 Januari 2010
Sutanto, rachman. 2002. Pertanian Organik. Kanisius : Yogyakarta